Skip ke Konten

Summer Special | Get 50% Off | Code #GET50

Bagaimana Dokter Mendeteksi Sleep Apnea? Ini Metode Pemeriksaan Medisnya

31 Oct 2026 — Nurul Info Kesehatan 4 menit baca

Bagaimana Dokter Mendeteksi Sleep Apnea? Ini Metode Pemeriksaan Medisnya
Obstructive Sleep Apnea (OSA) merupakan gangguan tidur yang ditandai dengan penyempitan atau kolaps saluran napas bagian atas secara berulang selama tidur. Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan aliran udara, penurunan kadar oksigen dalam darah, serta kualitas tidur yang tidak optimal.

Dalam praktik klinis, OSA tidak selalu mudah dikenali. Sebagian pasien hanya mengeluhkan mendengkur, sering merasa lelah, atau mengantuk pada siang hari tanpa menyadari adanya gangguan pernapasan saat tidur. Oleh karena itu, dokter perlu melakukan evaluasi secara bertahap untuk mengenali kemungkinan OSA sebelum menentukan pemeriksaan dan penanganan yang tepat.

Mengenali Gejala OSA melalui Anamnesis

Anamnesis menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi kemungkinan OSA. Dokter perlu menanyakan kebiasaan tidur pasien, seperti mendengkur keras, pernah mengalami henti napas saat tidur, sering terbangun karena tersedak, serta tidur yang tidak terasa menyegarkan.

Keluhan pada siang hari juga perlu diperhatikan, termasuk kantuk berlebihan, sulit berkonsentrasi, dan sakit kepala ketika bangun tidur. Informasi dari pasangan atau anggota keluarga dapat membantu karena pasien sering kali tidak menyadari episode henti napas yang terjadi selama tidur.

Mengidentifikasi Faktor Risiko OSA

Setelah mengetahui gejalanya, dokter perlu menulis faktor risiko yang berkaitan dengan OSA. Obesitas menjadi salah satu faktor utama karena penumpukan jaringan lemak di sekitar leher dapat mempersempit saluran napas bagian atas.

Faktor lainnya meliputi usia, lingkar leher yang besar, jenis kelamin, serta karakteristik anatomi rahang dan saluran napas. Riwayat hipertensi juga perlu diperhatikan karena OSA memiliki hubungan erat dengan gangguan kardiovaskular. Namun, seseorang dengan berat badan normal tetap dapat mengalami OSA.

Skrining Menggunakan STOP-Bang dan Epworth Sleepiness Scale

Untuk membantu memperkirakan risiko OSA, dokter dapat menggunakan kuesioner STOP-Bang. Instrumen ini menilai delapan aspek.

  • S = Snoring (mendengkur)
  • T = Tirednes (kelelahan)
  • O = Observed Apnea (henti napas yang disaksikan orang lain)
  • P = Pressure (tekanan darah tinggi)
  • B = BMI (indeks massa tubuh)
  • A = Age (usia)
  • N = Neck Circumference (lingkar leher)
  • G = Gender (jenis kelamin)

Setiap jawaban positif memperolehh satu poin. Secara umum, skor 0-2 menunjukkan risiko rendah, 3-4 risiko menengah, dan 5-8 risiko tinggi. Selain itu, Epworth Sleepines Scale (ESS) dapat digunakan untuk menilai tingkat kantuk berlebihan melalui delapan situasi aktivitas sehari-hari.

Kedua instrumen ini membantu proses skrining, tetapi tidak dapat menggantikan pemeriksaan tidur untuk memastikan diagnosis OSA.

Pemeriksaan Fisik pada Pasien

Pemeriksaan fisik dilakukan untuk menemukan kondisi yang dapat mempengaruhi kelancaran saluran napas. Dokter biasanya mengevaluasi berat badan, tinggi badan, indeks masa tubuh, dan lingkar leher pasien.

Pemeriksaan area kepala dan leher juga dapat mencakup penilaian Mallampati, ukuran tonsil, posisi rahang, serta kondisi rongga hidung dan orofaring. Temuan tersebut membantu dokter menilai kemungkinan adanya penyempitan anatomi pada saluran napas bagian atas.

Sleep Study untuk Memastikan Diagnosis

Gejala dan pemeriksaan fisik dapat meningkatkan kecurigaan terhadap OSA, tetapi diagnosis tetap membutuhkan pemeriksaan objektif. Salah satu pemeriksaan utama adalah polysomnography (PSG), yaitu pemeriksaan tidur yang memantau aktivitas otak, gerakan mata, aktivitas otot, aliran udara, gerakan pernapasan, kadar oksigen, dan denyut jantung selama tidur.

Selain PSG, terdapat Home Sleep Apnea Testing (HSAT) yang dapat dilakukan di rumah menggunakan perangkat khusus untuk merekam parameter pernapasan. HSAT dapat digunakan pada pasien dewasa tanpa komplikasi tertentu yang memiliki dugaan OSA sedang hingga berat. Namun, PSG lebih direkomendasikan pada pasien dengan kondisi medis tertentu atau ketika hasil HSAT tidak meyakinkan.

Memahami Nilai AHI untuk Menentukan Derajat OSA

Hasil pemeriksaan tidur salah satunya dinilai menggunakan Apnea-Hypopnea Index (AHI), yaitu jumlah rata-rata episode apnea dan hipopnea per jam tidur.

Pada orang dewasa, klasifikasi OSA berdasarkan AHI adalah:

  • Ringan: 5 hingga kurang dari 15 kejadian per jam.
  • Sedang: 15-30 kejadian per jam.
  • Berat: Lebih dari 30 kejadian per jam.
Sebagai contoh, pasien dengan nilai AHI 22 termasuk dalam kategori OSA sedang. Meski demikian, dokter tetap perlu mempertimbangkan gejala, kadar oksigen, penyakit penyerta, dan kondisi klinis pasien dalam menentukan penanganan.

Baca artikel lainnya

Peran CPAP Setelah Diagnosis OSA

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter dapat mempertimbangkan terapi berdasarkan derajat keparahan dan kondisi pasien. Salah satu pilihan terapi utama adalah Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). 

CPAP bekerja dengan mengalirkan udara bertekanan positif melalui masker untuk membantu mempertahankan saluran napas bagian atas agar tetap terbuka selama tidur. Dengan demikian, kemungkinan terjadinya kolaps saluran napas berulang dapat berkurang sehingga episode apnea dan hipopnea lebih terkendali.

Keberhasilan terapi juga dipengaruhi oleh kecocokan masker, pengaturan tekanan, konsistensi penggunaan, dan evaluasi berkala. Oleh karena itu, pemantauan tetap diperlukan untuk memastikan terapi memberikan hasil yang optimal.


Kesimpulan

Mengenali OSA membutuhkan evaluasi menyeluruh, mulai dari anamnesis, identifikasi faktor risiko, skrining, hingga pemeriksaan fisik. Namun, diagnosis tetap harus didukung oleh pemeriksaan tidur seperti polysomnography atau HSAT sesuai indikasi.

Pemahaman mengenai proses diagnosis ini penting bagi mahasiswa kedokteran agar mampu mengenali tanda-tanda OSA sejak tahap awal dan memahami pilihan penanganannya. Salah satunya adalah terapi CPAP yang membantu menjaga saluran napas tetap terbuka selama tidur.Jika kamu membutuhkan perangkat CPAP untuk menunjang terapi sleep apnea, Galeri Medika menyediakan berbagai pilihan produk CPAP yang dapat disesuaikan dengan kebutuhanmu.

Sumber artikel: www.sciencedirect.com, www.sleepfoundation.org, www.sleepapnea.org, www.halodoc.com

Artikel Sebelumnya Artikel Selanjutnya