Skip ke Konten

Apa Itu Happy Hypoxia? Bagaimana Cara Mengetahui Gejala Tersebut

01 Sep 2020 — Administrator Info Kesehatan 3 menit baca

Apa Itu Happy Hypoxia? Bagaimana Cara Mengetahui Gejala Tersebut

Seseorang dalam keadaan memiliki oksigen normal maka sel darah merah atau hemoglobin dapat mengikat oksigen dengan baik lalu akan menyampaikannya ke seluruh sel pada jaringan tubuh. Namun, saat mengalami hypoxia maka saturasi oksigen mengalami penurunan, di bawah level normal.

Saturasi oksigen di bawah normal itu akan mengakibatkan berkurangnya kemampuan ikatan hemoglobin terhadap oksigen dan pada akhirnya oksigen yang disampaikan ke seluruh sel pada jaringan tubuh juga berkurang.

Saat seseorang mengalami hypoxia, maka biasanya ada gejala yang ditunjukkan sejak awal, seperti sesak napas, gelisah, hingga tubuh yang makin melemah, sebelum akhirnya kondisi makin memburuk.

 

 

 

 

Apa itu Happy hypoxia?

 

 

 

Apa itu Happy hypoxia

 

 

Happy Hypoxia adalah kondisi di mana kadar oksigen dalam tubuh drop jauh di bawah 90 persen. Ini sebuah kondisi yang mengancam jiwa, namun happy hipoxia atau silent hypoxia terjadi ketika individunya masih bisa bernapas normal. Bahkan tidak ada gejalanya yang terlihat sama sekali kalau kadar oksigen yang didistribusikan dalam tubuhnya menipis, seperti sesak napas, napas yang memburu dan dangkal, atau tanda lainnya.

Tingkat saturasi oksigen darah (SpO2) pada orang normal adalah sekitar 95 persen atau lebih. Namun, dalam kondisi yang memengaruhi paru-paru seperti pneumonia, tingkat saturasi darah turun di bawah 94 persen.

Kadar oksigen darah di bawah 90 persen dianggap terlalu rendah dan terapi oksigen diperlukan untuk pasien tersebut. Seseorang dengan kadar oksigen rendah akan mengalami gejala seperti sesak napas dan nyeri dada. Namun, pada happy hipoxia, orang tersebut tidak menunjukkan gejala seperti itu.

 

 

Mengapa Diperlukan Oximeter?

 

 

Dalam kasus sesorang mengalami happy hypoxia hanya bisa diketahui dengan pemeriksaan kadar oksigen dalam tubuh menggunakan pulse oximeter.

Pulse Oximeter adalah teknik non-invasif untuk memantau jumlah oksigen yang diangkut oleh hemoglobin melalui pembuluh darah atau dengan kata lain, tingkat saturasi oksigen (SpO2) dan denyut nadi seseorang.

Pembacaan ini dilakukan dengan pulse oximeter, perangkat yang harus tersedia di fasilitas mana pun yang merawat pasien dengan infeksi saluran pernapasan parah akut, menurut WHO. Alat ini memiliki peran penting dalam penanganan COVID-19, karena infeksi baru ini melibatkan kadar oksigen dalam darah kurang dari 90% (orang sehat tanpa kondisi medis yang mendasari harus memiliki kadar oksigen darah antara 95-100%).

 

 

Nilai Oksigen dalam Darah

 

 

Perangkat medis ini membandingkan seberapa banyak cahaya merah dan cahaya infra merah yang diserap oleh darah, menggunakan pancaran infra merah dan fotodetektor. Pulse oximeter ditempatkan pada bagian tubuh yang paling tembus cahaya: jari tangan, kaki, atau daun telinga pasien. Ini membuatnya lebih mudah untuk membaca jumlah oksigen yang dikirim ke darah oleh paru-paru dan dikirim ke seluruh tubuh, secara efektif memantau apakah alat tersebut berfungsi dengan benar. Layar perangkat menampilkan informasi tentang frekuensi jantung dan saturasi oksigen darah.

 

 

Rekomendasi Pulse Oximeter

 

 

Berikut ini adalah perbandingan Pulse Oximeter dengan berbagai merk seperti Beurer, Microlife, Choicemmed, Jumper, FamilyDr dan Serenity serta fitur dari Pulse Oximeter

 

 

Rekomendasi Alat Pulse Oximeter

 

 

Tips Penggunaan Pulse Oximeter

 

 

Untuk serangkaian pedoman harus diikuti selama prosedur untuk memastikan pembacaan yang paling akurat:
- Bersihkan permukaan area ujung kulit jari tempat pulse oximeter akan ditempatkan. Hapus semua cat kuku atau kuku palsu sebelum penggunaan.
- Pastikan jari tetap diam dan perangkat tidak terjepit terlalu erat.
- Jika sering membaca, gantilah jari tempat perangkat diletakkan.